Category: Collection
-

-

-

-

Batik Sulur Daun
Filsafat Karya Tanpa cabai tidak ada kelomrico atau rica-rica yang berbicara. Motif-motif ini adalah ode untuk yang tak terlihat, buah kecil yang membakar lidah menjadi salah satu fondasi dari seluruh rasa yang membuat Lasem menjadi penuh rasa.”
-

Batik Lasem Monokrom
Filsafat Karya Kawis si buah jadul dari pesisir yang menjadi inspirasi kreasi sirup kawis manis.
-

Batik Lung-lungan
Filsafat Karya Lung-lungan menjadi salah satu motif menggambarkan sulur-sulur daun ubi jalar yang biasa menjadi bagian penting dalam hidangan pecel, sayur asem, bobor dan beragam jenis masakan rumahan di Lasem.
-

Batik Lasem Pesisiran
Filsafat Karya “Laut adalah lumbung pangan yang tidak pernah kering. Setiap motif sisik bandeng dalam kain ini menyimpan memori tentang dini hari di tambak, asap dapur yang menghangat, dan aroma bandeng presto yang menguar ke seluruh penjuru Lasem.” Batik Lasem Motif Bandeng, Teknik Tulis, Pewarna Sintetis
-

Batik Buketan
Filsafat Karya Di antara buketan yopia, dumbeg, kueku ada sebuah ekonomi yang berjalan dengan adil: tidak ada yang terbuang, tidak ada yang berlebih. Inilah gastronomi berkelanjutan versi nenek moyang kita.
-

Batik Phoenix Terbang
Filsafat Karya Phoenix terbang di antara cengkeh dan pala, bukan kebetulan. Rempah-rempah adalah yang membawa pedagang Tionghoa berlabuh di Lasem, dan di sinilah dua budaya memasak berpadu menjadi satu identitas yang tak bisa dipisahkan lagi.
-

Batik Pucuk Bung
Filsafat Karya “Segitiga bukan hanya bentuk. Dalam batik Lasem, setiap tumpal adalah tunas yang memaksa tanah untuk membuka diri, sebuah filosofi pangan yang sederhana: ambil yang muda, hargai yang tumbuh sendiri, biarkan sisanya kembali ke bumi.” Batik Lasem Motif Tumpal / Pucuk Bung · Teknik Tulis, Pesisiran Lasem
